Jumat, 01 Juli 2011

my endless.....

aku terjebak dalam kesunyian
kelam dan tanpa cahaya
hanya lorong sunyi
dengan gambar-gambar mengerikan masa laluku

aku hanya manusia rapuh yang berjalan di tengahnya....
di antara tangantangan kejam yang berusaha menarikku kembali
ke dalam masa laluku
rantai duri itu tlah menjerat erat hati kecilku
membuat ku menjerit
betapa tersiksanya aku...
aku masih terjebak oleh kelamnya masa laluku

darah dan air mata
tlah aku korbankan untuk semua yang menyiksaku
jiwaku rapuh hatiku layu
aku membutuhkan seorang malaikat yang mampu
melepaskan ku dari jerat sengsara ini

seorang malaikat itu berjalan dari lorong sunyiku
membawa sebuah lilin, mawar, dan belati
dia sederhana
namun di belakangnya banyak tangan-tangan yang mencoba merebutnya
menghentikan langkahnya untuk menyelamatkan aku

namun ia tetap berjalan ke arahku
ia menaruh lilin pada hatiku yang gelap, sangat gelap
ia menusuk dan membelah dadaku dengtan belati tajamnya
ia mengambil seggengam hati yang terjerat duri tajam
ia merobek duri dengan belatinya
namun hatiku ikut terluka
aku menjerit....
aku sekarat

Ia membersihkan hatiku dari semua jeratan duri tajam itu
membekas namun ia selalu menerima bekas goresan itu
ia memapahku kelur dari lorong sunyiku itu
dengan sebuah lilin dan mawar merah ia membawaku keluar
jalan itu semakin terang benderang
aku bisa melihat cahaya
aku bisa melihat indahnya kebahagiaan yang menungguku di luar sana

akhirnya....
ia membawaku ke bukit
indah dengan hamparan rumput dan sebuah pohon berdaun lebat
indah sekali....
ia menanamkan mawar merah di sisi pohon lembut itu
ia menyiramnya dengan air kedamaian dan memberi pupuk ketulusan

ia meraih tanganku
tangan yang kotor dari sisa sisa darah masa lalu
ia mengusap dan membersihkannya dengan penuh makna
ia lalu menarikku menuju bawah pohon lembut itu

aku dan dia duduk di bawah pohon itu
dia merangkulku dan menggenggam tanganku
kehangatan itu berpadu dengan lembutnya sinar senja
aku bersandar pada pundaknya
aku dan dia.....
di bukit kebahagiaan
menunggu sang senja pulang
menunggu hingga akhir helaan nafasku yang terakhir


dedicated to my only one, my beloved, my enternity love .... Vicky Agung Wicaksana :) I love you... I really do :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar