Selasa, 10 Mei 2011

Cita-cita seorang Ibu

Cita-cita...
sudah mendarah daging dan menjadi harga mati untuk setiap orang di muka bumi ini yang masih waras (tentunya).
apakah cita-citamu? apakah impianmu selama ini? untuk apa cita-citamu? untuk apa impianmu?
pertanyaan itu muncul sejak kita mulai mengenal tulisan hingga mungkin sebelum mati menjemput, kita masih di pertanyakan oleh hal tersebut.
saat kita kecil, begitu banyak cita-cita kita, seakan di masa depan kita sudah pasti mendapatkannnya.
Guru : "Cita-cita kamu apa sin?"
Sindy : " Dokter bu, eh bukan Entertainment, eh salah Pemain sepak bola bu!!!!!"

Dengan suara lantang dan penuh semangat aku mengatakannya 6 tahun yang lalu. dan sekarang pun aku masih suka menulis dalam sebuah "WISHLIST" berupa harapan dalam handbook. mulai dari ingin menjadi pemain sepak bola, psikolog, tentara dan lain-lain, ku tuangkan semua dalam wishlist ku ini.

Namun, di suatu sore yang segar dan wangi.... saat kupandan langit cerah biru keunguan, aku teringat akan masa kecilku yang bahagia. saat itu almh. Ibu ku masih ada. aku bercanda dengannya di kamar nenek dan saat itu pula almh. Ibu ku membelai rambutku.
aku memainkan kancing baju ibuku yang berwarna-warni, lalu aku pun bertanya pada beliau

Sindy : "Buk..... kerja ibuk sekarang jadi apa sih? kok kerjanya jauh di Pasuruan? setiap hari PP , kan jauh bu... apa gak capek?"
Ibu : " Ibu kerja di PT. Grand Handa Indonesia, ibu jadi accounting di sana. Ya kan buat sekolahin sindy... "
Sindy : " terus... apa cita-cita ibu selama ini?"
Ibu : " Apa ya.,.... menurut sindy apa?"
Sindy : (geleng-geleng kepala)
Ibu : " sindy mau tau cita-cita ibu? ibu pengen menjadi orang yang berguna"
Sindy : " Orang yang berguna? berguna buat siapa buk?"
Ibu : " Ya buat sindy, buat bapak, buat adik, buat keluarga , buat teman-teman, dan juga yang terpenting buat nusa dan bangsa"

Aku menodai sore yang cerah itu dengan air mata di pipiku. aku teringat akan kata-kata almh.. Ibu ku itu. 
lalu aku merenung...
cita-cita menjadi pemain sepak bola, psikolog, astronom dll itu semua seakan sirna.
sirna akan cita-cita almh. Ibuku "MENJADI ORANG YANG BERGUNA"
simple memang.... namun mengandung arti yang sangat dalam.
mudah diucap namun tak mudah untuk di wujudkan
Oh Ibu..... betapa berharganya kata-katamu padaku dulu..... 
Andai aku menyadarinya lebih awal....
Aku pasti bisa lebih baik dari sekarang..
Namun tak apa bu.... Sindy janji, Sindy akan menjadi orang yang berguna
aku akan meneruskan cita-cita mu Bu....
keep smile right there.....

U'll still alive in my heart, in my eyes, in my blood.
thank's mom.... for everything.....
Thank's.... I LOVE you.... n I DO REALLY MISS you
:*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar