sebuah danau yang tenang pada sore itu
ternoda olehku yg berdiri di atas sampan
sampan itu reot, rapuh dan berlubang
sepuluh detik lagi aku akan tenggelam bersamanya
Belati tajam ini kupegang erat
dengan serpihan serpihan luka
yang menancap erat pada setiap nadiku
aku berdiri di sini menunggu datangnya........
satu............
siapakah aku?
apa sebenarnya diriku?
utuk apa aku hidup?
Malaikat pun tak sudih melihatku!
dua............
Aku adalah dosa
dosa termanis dari hidupku sendiri
Aku adalah cahaya
Cahaya redup penerang langkahku
tiga...........
Siapakah Dia?
Dia yang ada di dalam dirimu
Yang ada di kursi kendali langkahmu
Yang menjalankan seluruh hidupmu!
empat............
Dia adalah Darah
dari setiap peluh yang membanjiri dahimu
Dia adalah air mata
yang menggenang di setiap sudut matamu
lima................
Siapakah Mereka?
yang terang menyinari sisi gelapku
yang selalu menarikku dari jurang kematian
yang menyelamatkanku dari kekritisan hidupku
enam..............
Mereka adalah Cinta
yang memulihkan tiap butir lukamu
Mereka adalah Harapan
yang membuatmu tegar untuk terus berjuang
tujuh............
Aku mendengar bisikan
bisikannya menari indah di dalam otakku
membuatku mengikutinya
hingga garis akhir
delapan..........
Kesakitan dan penderitaanku ini
akan terus menghantuiku
aku tak akan sanggup lagi
melawan dunia yang sekeras ini
sembilan...........
Detik terakhir, aku menggenggam belati ini
tlah ku tinggalkan Aku, Dia, dan Mereka
Maafkan aku hidup.....
aku menikam pelan belati ini ke dalam jatungku
sepuluh............
Sinar oranye jingga itu tlah menjemputku
Kini saatnya aku akan pergi
Tarikan nafas ku yang terakhir
Di sini , Di senja terahir
On a cold dark night
I wrote it
Pain , Sins , and hopeless
Sindy R. A. S
Tidak ada komentar:
Posting Komentar